Mau Naik Pesawat, Duduk di Mana agar Tak Tertular Virus Corona?
Mau Naik Pesawat, Duduk di Mana agar Tak Tertular Virus Corona?
Dengan mewabahnya virus corona Wuhan di negara-negara tetangga, Anda barangkali merasa cemas dan malas guna naik pesawat.
Namun, bagaimana bila Anda mesti naik pesawat untuk kebutuhan dinas atau acara urgen lainnya? Adakah teknik untuk menangkal penularan virus corona di pesawat?
Dilansir dari National Geographic, Selasa (28/1/2020); meskipun para berpengalaman masih belum tahu tidak sedikit tentang virus corona Wuhan yang sedang mewabah, mereka sudah lama mempelajari virus corona lainnya dan penyakit-penyakit yang disebabkannya, laksana influenza.
Mereka pun mengasumsikan bahwa virus corona Wuhan mempunyai metode transmisi yang sama dengan semua virus corona lainnya, khususnya SARS.
Ketika seorang pasien yang terinfeksi virus corona bersin atau batuk, mereka melontarkan butiran air liur, ingus atau cairan tubuh lainnya. Butiran berikut yang membawa virus corona, sehingga andai jatuh pada Anda, atau kita tak sengaja menyentuhnya dan memegang wajah, maka Anda dapat tertular.
Lalu, andai butiran ini jatuh pada permukaan benda, keawetan virusnya paling bergantung pada butirannya dan permukaannya. Sebuah virus dapat bertahan antara hitungan jam sampai berbulan-bulan.
Untungnya lontaran butiran cairan tubuh ini seringkali tidak jauh-jauh dari sumbernya.
Emily Landon, seorang direktur medis bidang antimikroba dan kontrol infeksi di University of Chicago Medicine mengungkapkan bahwa di lokasi tinggal sakitnya, penyampaian influenza dapat mencapai dua meter dari orang yang terinfeksi dan bertahan minimal 10 menit.
Namun, ada pun studi yang mengejar bahwa virus pernapasan dapat ditularkan lewat udara dalam format partik kecil dan kering yang dinamakan aerosol, meskipun ini bukan mekanisme yang umum.
Dengan mengenal teknik penyebaran virus corona, maka para berpengalaman bisa memahami seberapa besar bisa jadi seseorang di pesawat tertular virus corona menurut tempat duduknya.
Jika merujuk pada petunjuk Badan Kesehatan Dunia (WHO), maka batasnya ialah dua baris dari orang yang terinfeksi.
Namun, orang tidak melulu duduk diam di pesawat. Mereka dapat jadi berjalan-jalan di pesawat guna ke toilet atau memungut barang.
Dengan mengobservasi perilaku penumpang dan kru di 10 penerbangan antarbenua dari/ke Amerika Serikat, beserta jumlah dan durasi kontak; kesebelasan peneliti FlyHealthy menemukan perkiraan risiko penularan penyakit pernapasan yang lebih akurat.
Hasil yang sudah dipublikasikan dalam jurnal PNAS pada 2018 mengungkapkan bahwa beberapa besar penumpang pernah meninggalkan kursinya guna ke toilet atau memungut barang di kabin sekitar penerbangan.
38 persen melakukannya sekali, 24 persen melakukannya lebih dari sekali, sementara 38 persen sisanya duduk terus di dalam pesawat.
Orang-orang yang sangat sering meninggalkan kursinya ialah mereka yang duduk di pinggir lorong pesawat (80 persen). Ini jauh bertolak belakang dengan mereka yang duduk di pinggir jendela, yakni melulu 43 persen.
Alhasil, orang-orang yang duduk di samping jendela sangat jarang merasakan kontak dengan orang di kursi lainnya, yaitu sekitar 12 kali dikomparasikan 58 kali untuk penumpang di kursi tengah dan 64 kali dikomparasikan penumpang di kursi dekat lorong.
Artinya, kursi yang sangat minim risiko penularan penyakit ialah yang dekat jendela andai Anda duduk terus sekitar penerbangan.
Akan tetapi, kalaupun kita sempat meninggalkan kursi, duduk di kursi samping jendela dan kursi tengah akan meminimalisir risiko kita tertular penyakit, bahkan saat Anda duduk di dalam batas dua baris WHO.
Howard Weiss yang memimpin penelitian menyatakan bahwa urusan ini sebab kontak insan di pesawat seringkali sangat pendek, di mana orang yang bergerak di lorong seringkali melakukannya dengan cepat, sehingga bisa jadi penularannya juga kecil.
Namun, beda ceritanya bila yang terinfeksi ialah kru pesawat. Tuntutan pekerjaan mewajibkan mereka lebih tidak sedikit berjalan di lorong dan berinteraksi dengan penumpang. Seorang kru yang sakit dapat menulari 4,6 penumpang dalam satu penerbangan.


No comments:
Post a Comment