Banting Tulang Nyambi Jadi Driver Ojol, Kisah Pria Ini Berakhir Pilu - PANTAIPOKER

Breaking

Tuesday, January 14, 2020

Banting Tulang Nyambi Jadi Driver Ojol, Kisah Pria Ini Berakhir Pilu

Banting Tulang Nyambi Jadi Driver Ojol, Kisah Pria Ini Berakhir Pilu

Banting Tulang Nyambi Jadi Driver Ojol, Kisah Pria Ini Berakhir Pilu



www.pokerpantai.org - Seorang driver ojol Grabfood meninggal dalam kecelakaan sehabis jadi korban tabrakan bersama truk pada Jumat lalu.

Yang lebih menyedihkan kembali korban laksanakan dua pekerjaan sekaligus demi melindungi istri yang sakit dan menghidupi keluarganya.

Korban juga seorang karyawan sebuah perusahaan elektronik di Singapura. Dia bekerja sambilan jadi driver ojol untuk meningkatkan penghasilannya.

Hal itu terpaksa dia laksanakan karena istrinya sakit sebulan yang lantas dan tidak dapat bekerja layaknya biasanya.

" Dia merupakan seorang suami dan papa yang tidak dulu merokok atau minum alkohol. Dia banyak mendukung dalam keluarga," kata istrinya.

Jenazah korban udah diambil oleh keluarganya dana dibawa ke Ipoh untuk dimakamkan. Menurut jurubicara grabFood, pihak mereka tengah menghubungi keluarga korban untuk menambahkan pertolongan dan dukungan.

Sebelumnya, korban meninggal dunia selepas motornya bertabrakan bersama sebuah truk di Gambas Avenue pada hari Jumat lalu.

Beragam ekspresi diperlihatkan driver ojek online (Ojol) saat pengguna jasa membatalkan pesanannya. Ada yang marah karena udah terlanjur jalan, beberapa pilih legowo bersama kelakuan pelanggan yang terkadang seenak hati itu.

Namun ekspresi seorang sopir Ojol ini jadi viral dan diperbincangan warganet. Dia terlihat menangis saat menyaksikan seorang pelanggan membatalkan pesanannya.

Video sopir Ojol menangis itu viral di tempat sosial usai diunggah account Instagram @ndorobeii pada Selasa, 11 Oktober 2019. Terlihat seorang pria menangis sesegukan sambil coba untuk bercerita permasalahannya ke seseorang yang merekam kejadian tersebut.

Diketahui bahwa driver ojek online berikut bernama Darto. Menurut seorang warganet yang mengaku sebagai tetangga dari Darto kesedihanya pecah lantaran dia saat itu tengah butuh duit untuk keluarga.

Bukannya duit yang didapat, Darto tertimpa apes karena pesanannya dibatalkan pelanggan.

Diketahui Darto berkerja sebagai ojek online untuk menghidupi ibu dan adiknya.

" Keluarga aku kasih liat video itu, ibunya segera nangis karena kasian menyaksikan anaknya begitu ada masalah ngidupin dia dan adiknya," ujar tetangga Darto yang tak ingin disebutkan namanya.

Usai videonya viral Darto sempat tak mengakui bahwa sosok di video itu adalah dirinya. Darti beralasan tak rela menyebabkan ibunya khawatir. Meski akhirnya, Darto mengakui video tersebut.

" Dia bilang hanya sama dan katanya keliru orang. ternyata tepat beberapa menit lantas dia tlp saya, bilang itu sebenarnya dia. Cuma dia gak rela buat ibunya khawatir," tambahnya.

Disebutkan Darto merupakan seorang pekerja keras, dari mengamen hingga jadi kuli sebelum akan berprofesi sebagai driver ojek online.

" Dia pekerja keras, dari ngamen sampe nguli di jalan. aku banyak baca berkenaan komentar di instagram katanya rela bantum namun Wallahualam betul atau enggaknya," ujarnya.

Darto sendiri diketahui tinggal di area Cilincing, Jakarta Utara.

" Dulu dia tetangga aku di Cilincing. Tapi sekarang aku udah di Makasar. Darto sempat beberapa tahun yang lantas ke Makasar turut kerja bersama keluarga di sini. Sampe sekarang Darto tetap tinggal di Clincing," tambahnya.

Peristiwa ini berjalan lantaran keliru satu orderan yang ia menerima dibatalkan pelangganya. Ia segera sedih dan tak kuasa menghambat air mata.

Jika tersedia niat, tentu tersedia jalan. Kalimat itu terdengar begitu enteng dan penuh motivasi. Tetapi, apakah kata-kata stimulan itu efektif? Jawabannya, tentu saja efektif.

Kalimat berikut dibuktikan sendiri oleh seorang driver Grab Food satu ini. Dia dapat konsisten bekerja meski hanya punya satu kaki.

keterbatasan fisik tidak menghalanginya mencari rezeki. Driver berikut bahkan selalu bekerja 10 jam sehari demi keluarganya.

Kisah ini berjalan di Singapura. Driver diketahui bernama Syed ini kehilangan kakinya sejak 12 tahun lalu. Syed tertabrak mobil hingga mengalami luka parah. Saat itu, dia tetap berusia 13 tahun.

Setelah itu, Syed terpaksa berjalan bersama pincang lantaran kakinya tidak seluruhnya sembuh. Hingga pada 2012, kaki kanan Syed merasa paha hingga telapak kaku wajib diamputasi karena mengalami infeksi parah.

Meski hanya punya satu kaki, niat Syed untuk mencari rezeki demi hidup layak bersama keluarga tidak terbendung. Sayangnya, peluang bekerja untuk difabel layaknya dia sangatlah terbatas.

Syed selanjutnya memastikan berhimpun jadi driver pengantar Grab Food. Selama empat tahun, dia belajar mengendarai skuter elektrik hingga selanjutnya merasa mengirimkan makanan melalui Grab Food.

" Pelanggan yang pesan melalui aku selalu tidak yakin aku hanya punya satu kaki, biarpun aku bicara segera di awal," kata Syed.

" Hanya kala aku laksanakan pengiriman kembali, mereka mengerti aku difabel. Sebagian dari mereka meminta maaf ke saya," lanjut dia.

Setelah mahir pakai skuter elektrik, Syed dapat bekerja laiknya driver Grab Food umumnya di Singapura. Bahkan para pelanggan selalu menambahkan pertolongan kepada Syed.

Ada yang memberinya air minum. Ada pula yang meminta Syed memadai menunggu di lobi apartemen daripada wajib ada masalah payah naik tangga untuk mengantarkan makanan.

Setiap hari, Syed bekerja merasa pukul delapan pagi hingga dua siang lantas beristirahat. Dia bekerja kembali pukul enam sore hingga sepuluh malam.

Selama sepuluh jam sehari, Syed mendapat pendapatan pada 70-80 dolar Singapura, setara Rp718 ribu-Rp820 ribu. Dengan pendapatan sebesar itu, Syed dapat mandiri.

" Saya rela kerja keras untuk memenuhi keperluan keluarga saya. Saya juga memberi saran kepada difabel lain untuk coba dan jadi driver juga," kata dia.

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...