Astronot Suka Makanan Pedas, NASA Jajal Berkebun Cabai di Luar Angkasa - PANTAIPOKER

Breaking

Tuesday, December 3, 2019

Astronot Suka Makanan Pedas, NASA Jajal Berkebun Cabai di Luar Angkasa

Astronot Suka Makanan Pedas, NASA Jajal Berkebun Cabai di Luar Angkasa

Astronot Suka Makanan Pedas, NASA Jajal Berkebun Cabai di Luar Angkasa



Pantaipoker Ceme
Astronot badan luar angkasa Amerika Serikat (The National Aeronautics and Space Administration/NASA) tahun ini bakal coba berkebun di luar angkasa. Astronot dan para peneliti bakal menanam cabai Espanola atau Capsicum annuum.

" Kami juga mencari varietas yang tidak tumbuh terlalu tinggi, namun terlalu produktif di lingkungan tertanggulangi yang bakal kita pakai di luar angkasa," kata ahli fisiologi tanaman NASA, Ray Wheeler dilaporkan Science Alert.

Ray mengatakan, cabai Espanola dipilih gara-gara para astronot sering ingin mencicipi makanan hangat yang pedas dan beraroma menggoda.

Cabai ini juga mengandung vitamin C yang terlalu tinggi yang dibutuhkan para astronot selagi melaksanakan diet di luar angkasa.

Meskipun ada ribuan model cabai, paprika Espanola dipilih lebih dari satu gara-gara mereka tumbuh di tempat yang tinggi, punyai periode pertumbuhan yang pendek, dan sanggup dengan enteng diserbuki.

Astronot dan kosmonot telah menekuni tehnik berkebun di stasiun area angkasa sejak 1982. Ketika itu awak pesawat area angkasa Soviet Salyut 7 pertama kali menumbuhkan tanaman model Arabidopsis.

Kosmonot Rusia juga telah memakan produk luar angkasa mereka sendiri sejak 2003. Tetapi baru pada 2015 para astronot Amerika mendapatkan rasa pertama selada luar angkasa mereka.

Beberapa sayuran mulai di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Beberapa sayuran yang tumbuh diantaranya, selada, lobak Swiss, lobak, kol Cina, dan kacang polong.

Kacang polong secara botani merupakan anggota berasal dari buah. Rusia menanamnya selama bertahun-tahun di segmen Rusia ISS.

Tumbuhan punyai sedikit ada problem tumbuh di dalam gayaberat mikro gara-gara sistem akarnya kompleks dan biasanya pakai gravitasi bumi.

Rencana berkebun di luar angkasa ini penting sebagai anggota berasal dari rencana ambisius NASA ke Mars.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membagikan foto Stasiun Internasional Luar Angkasa (ISS) selagi mengudara di atas Indonesia. Foto selanjutnya diunggah pada 3 Juli 2019.

" Lingkungan yang damai: Sinar matahari memancar berasal dari Laut Sulawesi di Asia Tenggara selagi @space_station terbang di atas Indonesia," tulis NASA.

Ini bukan kali pertama ISS melayang di atas Indonesia. Pada 15 Mei, ISS mempublikasikan penampakan Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat (NTB).

ISS tebang di ketinggian rata-rata 400 kilometer di atas Bumi. ISS berkeliling dunia tiap 90 menit dengan kecepatan 28.000 kilometer per jam.

Dalam sehari, ISS menempuh jarak yang dibutuhkan untuk pergi berasal dari Bumi ke Bulan dan kembali ke Bumi.

ISS dibantu pusat kendali misi di Houston dan Moskow, dan juga pusat kendali muatan di Huntsville -- di samping perlindungan berasal dari Jepang, Kanada, dan Eropa. Selain NASA, ada lebih dari satu badan luar angkasa yang terlibat di di dalam ISS, di antaranya Roscosmos (Rusia), JAXA (Jepang), ESA (Eropa), dan CSA (Kanada) dan juga 15 badan luar angkasa lainnya.

Badan Antariksa Amerika Serikat (National Aeronautics and Space Administration/NASA) mengumumkan misi terbarunya pada Kamis, 27 Juni 2019. Menggunakan kendaraan terbang bernama Dragonfly, atau Capung, NASA ingin mengeksplorasi `bulan` Saturnus, Titan.

Titan merupakan satelit yang dipenuhi es. Di sistem satelit itu terdapat danau metana besar dan pulau yang sanggup menghilang secara misterius. Titan juga disebut sebagai bulan terbesar kedua di tata surya.

NASA rela mencari memahami satelit itu gara-gara situasi Titan menyerupai situasi bumi paling awal. Harapannya, Titan sanggup jadi koloni manusia di jaman depan.

" Dragonfly bakal mendatangi dunia yang dipenuhi beragam senyawa organik yang merupakan unsur pembangun kehidupan dan sanggup mengajarkan kita tentang asal usul kehidupan itu sendiri," kata Thomas Zurbuchen berasal dari NASA.

Dragonfly menggerakkan misi awal selama 2,7 tahun. " Dragonfly menandai pertama kalinya NASA menerbangkan kendaraan multirotor untuk ilmu ilmu di planet lain; Dragonfly punyai delapan rotor dan terbang layaknya drone besar," kata NASA.  Pantaipoker Ceme

Insinyur NASA sedang buat persiapan Dragonfly untuk meneroka lokasi seluas 175 kilometer di Titan.

Mars tetap jadi onjek menarik sekaligus penuh teka-teki bagi sejumlah ilmuwan. Baru-baru ini, robot pendaratan Mars milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) InSight dan penjelajah Curiositu mengirimkan pemandangan awan tipis.

Tetapi, awan selanjutnya bukan hujan yang berlangsung di Mars. Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Victoria Hartwick, seorang mahasiswa pascasarjana di University of Colorado Boulder, awan misterius itu terbentuk di atmosfer sedang Mars, kira-kira 30 kilometer di atas tanah.

" Awan tidak cuma terbentuk secara mandiri," kata Hartwick, Selasa, 18 Juni 2019.

" Awan itu perlu sesuatu yang sanggup mereka padukan."

Hartwick menduga, rahasia kemunculan awan selanjutnya berasal berasal dari " asap meteorik" . Debu es yang terbentuk disaat batuan area angkasa terbang ke atmosfer planet.

Beberapa ton puing luar angkasa biasanya menabrak Mars tiap-tiap hari, kata Hartwick. Saat meteor meledak, debu beterbangan.

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...