Wabah Corona, 188 WNI Kru Kapal World Dream Dievakuasi ke Kepulauan Seribu

http://128.199.71.150/pantaipoker/ - Sebanyak 188 warga negara Indonesia yang dievakuasi dari kapal pesiar World Dream dapat diobservasi di Pulau Sebaru 1, Kepulauan Seribu. Awak kapal World Dream itu dievakuasi dikarenakan virus Corona telah menjangkiti kapan tersebut.
" Kami putuskan untuk mengevakuasi anak buah kapal dari World Dream," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, dikutip dari , Senin 24 Februari 2020.
Muhadjir menambahkan, para WNI itu diangkut bersama dengan Kapal Suharso punya TNI Angkatan Laut. " Nanti kemudian dipindahkan, namun Kapal Suharso dapat diobservasi sesuai bersama dengan prosedur yang ditetapkan TNI AU," jadi dia.
Pulau Sebaru 1 dipilih dikarenakan kawasan selanjutnya tidak berpenghuni. " Lokasi telah diterapkan dan disiapkan, yakni di kepulauan. Ada pulau yang tidak berpenghuni, di Sebaru 1," kata dia.
Kapal World Dream jadi dikarantina di Hong Kong pada Rabu, 5 Februari 2020, setelah terungkap tiga penumpang yang berlayar pada pelayaran pada mulanya ditemukan terjangkit virus corona.
Proses pengecekan pun telah dilakukan. Menurut Kepala Petugas Kesehatan Pelabuhan Leng Yiu-Hong, semua penumpang dan kru kapal dites dan dinyatakan negatif pada virus corona. Seluruh penumpang pun diizinkan untuk turun di Hong Kong.
Seorang dokter asal Wuhan, China, Peng Yinhua, meninggal dunia dikarenakan terinfeksi virus corona, Covid-19, pada 20 Februari 2020.
Dia senang menunda pernikahan, yang harusnya digelar 1 Februaru lalu, demi maju ke garis depan untuk merawat para pasien terinfeksi Covid-19. Tapi, takdir berbicara lain, Peng meninggal pada Kamis lalu.
Dokter yang bekerja di First People`s Hospital itu memulai perjuangan bersama dengan berat. Dia tak mampu mengurusi pernikahan, lebih-lebih tidak mampu menghabiskan kala bersama dengan tunangannya sepanjang Tahun Baru Imlek.
Saat berjuang melawan Covid-19, Peng terinfeksi virus dan dirawat di rumah sakit pada 25 Januari 2020. Keadaannya memburuk tidak lama setelah itu, dan pada 1 Februari 2020, hari dia harusnya menikah, dia dikirim ke unit perawatan intensif (ICU).
Peng Yinhua tak jadi menikah dikarenakan meninggal akibat virus corona (Foto: World of Buzz)
Peng meninggal dunia pada jam 9.50 malam kala setempat. Banyak warganet China yang berduka atas kematiannya dan menghendaki tidak ada lagi pekerja medis yang terinfeksi Covid-19.
" Dia kuat dan optimis," kata seorang pasien di rumah sakit yang mengenalnya.
" Dia harusnya punyai jaman depan dan kehidupan yang lebih baik. Saya sangat tidak inginkan melihat dokter lain meninggal dunia," kata netizen lain.
Pemerintah Korea Selatan formal memperlihatkan kota Daegu sebagai `zona manajemen khusus`, Jumat 21 Februari 2020, dikarenakan disinyalir jadi wilayah penyebaran virus Corona, Covid-19.
Menurut laman Japan Times, otoritas kebugaran Korea Selatan melaporkan sebanyak 52 masalah baru Covid-19. Angka itu menaikkan masalah infensi virus Corona di Korea Selatan jadi 156.
Lonjakan itu, khususnya di wilayah Daegu, menimbulkan keresahan wabah itu jadi tidak mampu dikendalikan oleh Negeri Ginseng tersebut.
Di Seoul, pemerintah setempat telah melarang aksi demonstrasi besar-besaran, untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.
Lonjakan infeksi di Daegu dan sebagian masalah di Seoul tidak mengerti rutenya. Kasus sebaran ini lebih-lebih baru diakui pemerintah Korsel pada Kamis, 20 Februari 2020.
Perdana Menteri Korsel, Chung Se-Kyun, mengatakan bahwa pemerintah dapat berkonsentrasi di wilayah tenggara yang terdampak. Pemerintah dapat sediakan area tidur, peralatan, dan staf medis.
Walikota Daegu, Kwon Young-jin, mendesak 2,5 juta orang di kota itu untuk tinggal di rumah dan mengenakan masker lebih-lebih di didalam ruangan jika memungkinkan.
Para pejabat di Pulau Jeju mengatakan, seorang bagian angkatan laut berusia 22 th. yang berbasis di pulau itu dinyatakan positif terinfeksi virus Corona pada hari Jumat, sebagian hari setelah mengunjungi Daegu untuk berlibur.
Pelaut yang kala ini dirawat di rumah sakit sipil di pulau itu merupakan pasien virus pertama di Jeju.
Sementara itu, dugaan penyebaran virus berasal mengarah ke sebuah geraja. Dilaporkan Quartz, menurut pernyataan dari pusat kendali dan pencegahan penyakit Korea Selatan, 28 masalah Covid-19 terkonfirmasi berkaitan bersama dengan Gereja Shincheonji Yesus, Kuil Tabernakel Kesaksian.
Dugaan ini berawal dari ditemukannya seorang perempuan berusia 61 th. yang mengalami infeksi virus Covid-19.
Tidak mengerti bagaimana dia tertular penyakit Covid-19, dikarenakan dia tidak melaksanakan perjalanan ke luar negeri baru-baru ini. Menurut sebuah pernyataan pemerintah, dia dirawat di rumah sakit pada 7 Februari setelah kecelakaan mobil. Dia mengalami demam tiga hari kemudian, dan dikonfirmasi telah dinyatakan positif mengidap coronavirus pada 18 Februari.
Pihak gereja mengonfirmasi bahwa pasien ke-31 Covid-19 telah menghadiri sarana di Daegu. Media setempat melaporkan bahwa kurang lebih 1.000 bagian gereja telah menghadiri ibadah bersama dengan pasien positif Covid-19.
Sejak kala itu gereja menutup fasilitasnya, memindahkan semua ibadah dan pertemuan online. Daegu saat ini bersiaga, dan telah mengambil tindakan terhitung menutup perpustakaan umum, menangguhkan kelas taman kanak-kanak, dan menunda acara besar.
Sebuah pangkalan militer AS di kota itu telah membatasi akses dan memberlakukan karantina pada tiap-tiap pasukan yang baru-baru ini menghadiri gereja Shincheonji.
Kematian perdana masalah virus corona di Timur Tengah baru saja dilaporkan. Dua orang lanjut umur yang positif terpapar virus bernama Covid-19 di Qom, Iran dilaporkan telah meninggal dunia.
" Dua orang telah meninggal dikarenakan virus corona di Kota Qom," kata Menteri Kesehatan Iran, Alireza Vahabzadeh.
Dilaporkan Al Jazeera, dua orang lanjut umur bersama dengan positif Covid-19 selanjutnya meninggal pada Rabu, 19 Februari 2020.
" Kedua korban menderita infeksi paru-paru akut dikarenakan infeksi mereka bersama dengan virus corona," kata dia.
Sebelumnya pada hari itu, Kianoush Jahanpour, juru berbicara Kementerian Kesehatan Iran, mengatakan ke-2 orang itu dinyatakan positif mengidap Covid-19. Penyebab, dua orang selanjutnya meniggal dikarenakan kurangnya kekebalan dan usianya yang telah menua.
" Tidak ada Info langsung perihal tipe kelamin dan umur tentu para korban," ucap dia.
Usai momen ini, Qom mempersiapkan suasana kronis darurat. Kondisi ini untuk menyegah penyebaran wabah Covid-19.
" Kami mendesak orang-orang untuk menjauhi salaman dan ciuman, demi merawat kebersihan teristimewa lebih baik menjauhi kerumuman," ujar Deputi Kementerian Kesehatan Iran, Qasem Jan-Babaei.
Iran kala ini waspada dikarenakan bisa saja sebaran Covid-19 nampak di kota-kota lain. Di kawasan Timur Tengah, masalah pertama Covid-19 dilaporkan berlangsung di Uni Emirate Arab, bulan lalu.

No comments:
Post a Comment